Selasa, 10 April 2012


·         Perbanyaklah kamu mengingat mati, karena hal itu bisa membersihkan dosa dan menyebabkan kamu zuhud atau tidak cinta kepada dunia.(Rasulullah)
·         Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah semuanya pada Allah, lalu penuhi hatimu dengan Allah. Patuhilah kepada perintahNya, dan larikanlah dirimu dari laranganNya, supaya nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu, setelah itu keluar, untuk membuang  nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kamu harus berjuang dan jangan menyerah kepadanya dalam keadaan bgaimanapun juga dan dalam tempo kapanpun juga.(Syekh Abdul Qodir al-Jaelani)

·         Berteman dengan orang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya adalah lebih baik bagi kalian, daripada berteman dengan orang alim tapi selalu suka terhadap hawa nafsunya.(Ibnu Attailllah as Sakandari)
·         Orang yang suka berkata jujur akan mendapatkan 3 hal, yaitu : KEPERCAYAN, CINTA dan RASA HORMAT (Sayidina Ali bin Abi Thalib)
·         Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Sayidina Ali bin Abi Thalib)
·         Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan pula adalah sebuah akhlaq ular, dan kalau kebajikan dibalas dengan kejahatan itulah akhlaq buaya, lalu bila kebajikan dibalas dengan kebajkan adalah akhlaq anjing, tetapi kalau kejahatan dibalas dengan kebajikan itulah akhlaq manusia.(Nasirin)
·         Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sedangkan harta terhukum. Kalau harta itu akan berkurang apabila dibelanjakan, tetapi ilmu akan bertambah apabila dibelanjakan.(Sayidina Ali bin Abi Thalib)
·         Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. (Ibnu Mas’ud)
·         Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. (Ali bin Abi Thalib)
·         Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.(Umar bin Khattab)
·         Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. (Imam An Nawawi)
·         Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. (Umar bin Kattab)
·         Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari.(Bediuzzaman Said Nursi)
·         Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa.(Bediuzzaman Said Nursi)
·         Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg.(Bediuzzaman Said Nursi)
·         Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan.(Bediuzzaman Said Nur)
·         Orang yang terkaya adalah orang yang menerima pembagian (taqdir) dari Allah dengan senang hati.(Ali bin Husein)
·          
·         Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup.(Bediuzzaman Said Nur)
·         Pangkal dai semua kebaikan di dunia maupun di akhirat adalah taqwa kepada Allah.(Abu Sualeman Addarani)
·         Barang siapa tidak dicoba dengan bencana atau kesusahan, maka tidak ada sebuah kebahagiaan pun disisi Allah.(Adh-Dhahhak)

KUMPULAN HADITS DAN KATA MUTIARA SAHABAT NABI

Dari Haritsa bin Wahab: Aku mendengar Rasulullah berkata, “Keluarkanlah sedekah sebab akan datang suatu masa dalam hidup manusia dimana ketika seseorang keluar dengan sedekahnya dari satu tempat ke tempat lain tetapi ia tidak menemukan seorang pun untuk menerimanya.”
Dari Abu Dzarr r.a. berkata, "Rasullulah SAW berkata kepadaku, "Janganlah sekali-kali engkau meremehkan suatu perbuatan baik walaupun hanya menyambut saudaramu dengan muka yang manis" (HR. Muslim)
Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW, Beliau bersabda,"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia selalu berkata baik atau hendaklah ia diam"
(HR. Bukhari-Muslim)
Dari Hudzaifah r.a. berkata, Rasullulah SAW bersabda," Orang yang suka mengadu domba tidak akan masuk surga"
(HR Bukhari Muslim)
Dari Ibnu Umar r.a. berkata, Nabi SAW bersabda, "Sejahat-jahatnya dusta adalah bila seseorang mengaku kedua matanya melihat apa yang tidak dilihatnya" (HR Bukhari-Muslim)
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasannya Nabi SAW bersabda, "Jauhilah oleh semua sifat dengki/iri hati itu, karena sesungguhnya sifat dengki itu bisa menghabiskan amal-amal kebaikan sebagaimana apai menghabiskan kayu bakar "
(HR Abu Dawud)
Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas daripada salah satu daripada 4 sifat yang membinasakan iaitu: Ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya atau; hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim atau; hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula atau; adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna
(Sayidina Abu Bakar)
Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti.
(Sayidina Umar bin Khattab)
Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.
(Sayidina Umar bin Khattab)
Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan) aku untukMu bukan untuk manusia.
(Sayidina Umar bin Khattab)
-Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya
-Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina
-Orang yang menyintai akhirat, dunia pasti menyertainya
-Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga
(Sayidina Umar bin Khattab)
Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)
Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima?
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)
Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)
Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)
Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)
Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. (Khalifah 'Ali)
-Tiada solat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu'
-Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia -Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur'an tanpa mengambil pangajaran daripadanya
-Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara'
-Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi
-Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki
-Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan
-Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya, siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya, bererti dia tidak wara', sedang orang yang tidak wara' itu bererti hatinya mati
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)
Dia berkata kepada para sahabat,"Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah org yg paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!"
(Sayidina Abu Bakar)

Fikiran dan Fisika Quantum
Kali ini saya akan ceritakan pengaruh perasaan Anda dalam alam yang tak nampak terhadap hidup. Hal ini saya dasarkan pada penemuan ilmuwan di bidang Fisika Quantum (Quantum Physics).

Jika merunut dari kata-kata pemuka agama, Tuhan Maha Mendengar. Dulu saya bingung, karna saya tidak bisa melihat Tuhan. Dan dikatakan lagi, bahwa Tuhan selalu memberi apapun yg kita inginkan. Saya semakin bingung dengan pernyataan ini.

Pencerahan di mulai saat saya menonton film The Secret yang disutradarai Rhonda Byrne dari Australia.

Pemainnya tidak tanggung-tanggung. Semua filosof, motivator kelas dunia berbicara satu topik yang sama, yaitu Kita Mengundang Yang Kita Fikir dan Rasakan. Dalam bahasa inggrisnya di sebut LOA (Law Of Attraction). Yang berarti Hukum Ketertarikan (Fikiran).

Dikatakan di film itu, fikiran yang didukung perasaan akan diwujudkan jadi kenyataan hidup. Seperti magnet, kita merasakan sesuatu, maka sesuatu itu akan datang kepada kita.

Masih ingat artikel saya sebelumnya yang mengatakan, bahwa alih-alih Anda ingin mengundang pasangan, tapi karna suara hati terdalam membenci seseorang/ketakutan malah Anda jadi jauh dari jodoh?

Di film ini menjadi jelas, mengapa bisa demikian.

Seperti magnet tadi. Meski Anda ingin pasangan yang tajir, ganteng, tinggi, tapi karna dalam hati Anda ketakutan ditinggal kabur, maka yang terjadi adalah Anda tidak dapat pasangan atau bila dapat adalah orang-orang yang akan membuat Anda kecewa.

Lho kok bisa demikian ??

Hukum Ketertarikan memang demikian. Dan ini SELALU bekerja apakah Anda menginginkannya atau tidak. Setiap waktu Anda akan selalu diberi (gifted), apapun yang Anda inginkan dalam fikiran yang didukung perasaan Anda.

Dalam kasus diatas, mengapa yang datang malah orang yang mengecewakan Anda?

Karna ketakutan Anda lebih besar dari keinginan. Dan sudah menjadi kebenaran, bahwa bila fikiran Anda bentrok dengan perasaan, maka perasaan yang menang.

Ini mengapa penting untuk menjaga keselarasan apa yang Anda inginkan dengan apa yang Anda rasakan.

Jika Anda ingin jodoh pria ganteng, apakah yang dikatakan perasaan Anda?

Jika perasaan mengatakan, Ya saya pantas mendapatkannya. Tinggal tunggu waktunya saja.

Tapi jika perasaan mengatakan, 'Saya takut. Jangan-jangan dikecewakan lagi seperti yang kemarin'. Maka yang akan datang adalah orang yg tidak Anda harapkan, atau malah Anda tidak di datangkan pasangan sama sekali.

Mulai sekarang silahkan cek perasaan Anda. Apakah apa yang saya inginkan sejalan dengan apa yang saya rasakan ?

Sabtu, 07 April 2012

4 Tipe Manusia


Imam Ghazali memaparkan bahwa manusia terbagi kedalam 4 (empat) jenis golongan, 4 golongan yang dimaksud adalah :
1. Rojulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri
Seseorang yang tahu, dan dia tahu kalau dirinya tahu.
Orang seperti ini biasanya disebut ‘Alim =  mengetahui. Terhadap orang yang seperti ini yang harus kita lakukan adalah dengan mengikutinya, apalagi kalau kita masih awam dan butuh banyak ilmu. Maka, sudah sepatutnya kita mencari orang seperti ini.
Ini adalah jenis manusia yang paling baik berdasarkan ilmu pengetahuannya, ia tidak hanya memiliki pengetahuan yang luas tetapi juga dia menyadari kemapanan ilmunya sehingga ia mengamalkannya di jalan Allah SWT. Ia senantiasa berusaha semaksimal mungkin untuk mengamalkan ilmunya demi kemaslahatan umat. Orang seperti ini meskipun pengetahuannya luas dan mapan, ia tidak sombong dan tidak berhenti belajar.
Manusia jenis ini adalah manusia unggul, manusia seperti inilah yang mampu merubah dunia kearah yang lebih baik, mereka layak menjadi lifemaking. Jumlah manusia seperti ini tidaklah banyak, tapi setiap dimana ia berada ia akan menjadi nyawa bagi kehidupan umat manusia lainnya.Subhanallah… dimanakah orang-orang yang seperti ini ? 
2. Rojulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri
Seseorang yang tahu, tapi dia tidak tahu kalau dirinya tahu.
Untuk tipe yang seperti ini, mungkin bisa kita umpamakan orang yang tengah tertidur, lalu bagaimana sikap kita dengan orang yang seperti ini ?, bangunkan dia !. Manusia seperti ini sesungguhnya memiliki ilmu dan kecakapan, tapi dia tidak pernah menyadari bahwa sesungguhnya dia memiliki potensi yang luar biasa tersebut. Manusia seperti ini sering kita jumpai disekeliling kita, keberadaannya seakan-akan tidak berguna selama dia belum bangun (menyadari kemampuannya).
Sekali lagi orang-orang seperti ini harus segera dibangunkan, karena ilmunya yang tidak segera diamalkan bisa bagaikan pohon yang tidak berbuah, adanya dia menjadi seperti tidak ada. Untuk yang merasa teman baginya, ingatkan dia, yakinkan dia bahwa dia memiliki potensi untuk bisa.
3. Rojulun Laa Yadri Annahu Laa Yadri
Seseorang yang tidak tahu, tapi dia tahu (sadar diri) kalau dia tidak tahu.
Orang-orang seperti ini adalah orang yang masih awam, masih lemah pengetahuannya, masih (maaf) bodoh pengetahuannya. Maka bagi orang-orang yang berilmu yang berada disekitarnya adalah berkewajiban untuk merangkul dan mengajarinya.
Menurut Imam Ghozali, jenis manusia seperti ini masih tergolong baik. Sebab manusia seperti ini menyadari akan kekurangannya, ia bisa mengintropeksi dirinya dan bisa menempatkan diri sepantasnya. Karena ia tahu akan segala kekurangannya, ia terus berusaha menyempurnakannya. Dengan terus berusaha belajar, sangat diharapkan suatu saat nanti bisa berilmu dan tahu kalau dirinya punya ilmu yang harus diamalkan.
Meskipun tergolong baik, tapi ini bukan tipe manusia yang bisa membuat perubahan nyata bagi lingkungannya. Sebab, tanpa ilmu pengetahuan yang cukup, maka manusia tidak bisa berinovasi.
Baiknya, tipe manusia ini dengan kesadaran dan akal sehatnya tidaka akan menghalangi sebuah proses perubahan kearah yang lebih baik. Dia tidak akan berani nekat memegang amanah yang ia rasa tidak memiliki kemampuan untuk memegangnya, sebab ia tahu siapa dirinya.
4. Rojulun Laa Yadri wa Laa Yadri Annahu Laa Yadri
Seseorang yang tidak tahu, dan dia tidak tahu kalau dirinya tidak tahu.
Inilah jenis manusia yang paling buruk, tidak tahu diri dan tidak berguna. Ia selalu merasa mengerti, merasa benar, merasa memiliki ilmu, padahal ia tidak tahu apa-apa. Repotnya manusia seperti ini susah sekali untuk disadarkan, ketika pendapatnya sudah patah dan lemah sekalipun ia tetap mencari-cari alasan untuk membenarkan kesalahannya tersebut. Kalau diingatkan ia akan membantah sebab ia merasa tahu atau bahkan merasa lebih tahu. Jenis seperti ini paling susah dicari kebaikannya.
Jangan ikuti orang seperti ini, kalau memang kita merasa tidak sanggup untuk menyadarkannya maka lebih baik meninggalkannya ketimbang kita yang akan terpengaruh oleh dia. Ingat, ilmu yang palsu (keliru) jauh lebih berbahaya dari kebodohan.
Terlalu banyak istilah untuk menggambarkan orang seperti ini, hal ini sebanding dengan banyaknya manusia jenis seperti ini (atau bahkan jangan-jangan diri kita sendiri ?, naudzubillah….). Biasanya orang seperti inilah yang gampang terbawa aliran sesat atau bahkan menyesatkan. Meninggalkannya masih jauh lebih baik daripada banyak berdebat yang hanya akan menimbulkan pertikaian, debat yang tak’ akan pernah berkesudahan karena jalur pemikirannya sendiri sudah berbeda. Kita ke Timur dia ke Barat.