Minggu, 22 Januari 2012

Tiga Area Di Dalam Diri Kita


Ada 3 Area di dalam hidup kita
1. Area di luar kontrol kita
2. Area di dalam pengaruh kita
3. Area di dalam kontrol kita

Area di luar kontrol kita misalnya kita terlahir sebagai laki-laki atau perempuan, kita lahir tanpa bisa memilih orang tua kita, cuaca, ada helikopter mendadak menjatuhi kita, dan lain-lain.
Hal hal di atas tidak selalu mutlak. Bisa jadi jenis kelamin kita menjadi sesuatu di dalam kontrol kita apabila memang ditemukan teknologi untuk merubah ini (ini tidak saya sarankan)

Area di dalam pengaruh kita misalnya anak kita, teman kita, istri kita dan lain-lain. kalau keadaan ekonomi, politik? Ekonomi, politik bukanlah sesuatu di dalam kontrol kita, tetapi masih bisa kita pengaruhi. Jadi, keadaan ekonomi dan politik merupakan sesuatu di dalam pengaruh kita.

Apakah anak kita merupakan sesuatu di dalam kontrol kita? Bukan. Anak kita hanyalah sesuatu di dalam pengaruh kita. Kita tidak bisa mengontrolnya, misalnya jika dia tidak mau makan, maka anak kita merupakan sesuatu di bawah pengaruh kita.
Kalau binatang peliharaan kita ? Binatang peliharaan kita merupakan sesuatu di dalam pengaruh kita, bukan di dalam kontrol kita. Misalnya anjing kesayangan kita, kita tidak bisa mengontrolnya jika dia menggonggong terus. Kita hanya bisa mempengaruhinya saja.

Terus hal yang ada di dalam kontrol kita apa sih?
Sesuatu hal yang di dalam kontrol kita adalah sesuatu yang ada di dalam diri kita, misalnya emosi kita.


Ada dua kisah yang sangan inspiratif, yaitu Elvis Presley dan W mitchel

Elvis Presley, orangnya sangat tampan, sangat fasih dalam menyanyi, terkenal dan kaya raya. Ketika itu dia tidak merasa bahagia, akhirnya dia berfikir, saya akan bahagia jika punya rumah. Setelah punya rumah ternyata tidak bahagia. Akhirnya dia berfikir "saya akan bahagia jika memiliki pasangan yang cantik. Dia bahkan sempat berganti-ganti pasangan, antara lain dengan Dixie Locke, Anita Wood, Ann-Margret, Linda Thompson, Ginger Alden, dan Priscilla. Tetapi dari situ dia tidak menemukan kebahagiaan. Karena sama sekali tidak menemukan kebahagiaan, akhirnya dia mulai memakai obat-obatan terlarang. Apakah 1 butir cukup? ternyata tidak, besoknya dicoba 2 butir. Apakah 2 butir cukup? Ternyata tidak. besoknya 5 butir. apakah 5 butir cukup? ternyata tidak. Akhirnya dia gunakan 35 butir sampai akhirnya meninggal.

Kisah ini jauh berbeda dengan W Mitchel. Dia adalah seorang pemuda yang sangat hobi mengendarai sepeda motor besar. Suatu saat dia mengendarai sepedanya di jalan tol dengan kecepatan mendekati 200 km/jam. Ketika dalam perjalanan mendadak sepeda motornya mengalami gangguan. Ketika itu dia menengok karburator ketika sepeda motor masih berjalan. Pada saat mengangkat kepalanya mendadak di depannya ada truk McDonald yang sedang berhenti. Dalam sepersekian detik dicobanya untuk membelokkan sepeda motornya. Sepeda motornya akhirnya masuk ke dalam kolong truk. Beruntung dia tidak menabrak truk, tetapi dia terbakar bersama sepeda motornya. Kondisi tubuhnya terbakar 90%. Wajahnya yang tampan juga tergores aspal, sehingga dioperasi plastik 7 kali juga wajahnya tetap jelek.
Akhirnya W Mitchel dirawat di rumah sakit. Tetapi karena emosinya bagus maka kondisi wajahnya yang masih jelek dipakai untuk menakut-nakuti para perawatnya. Setelah sembuh dia bisa hidup normal, dan bahkan akhirnya dia memiliki 3 perusahaan sampai akhirnya memiliki pesawat helikopter sendiri. Dia juga menikah dengan wanita yang dicintainya.

Suatu hari Mitchel mengendarai pesawat pribadinya bersama 3 orang temannya. Akan tetapi di perjalanan pesawatnya mengalami gangguan akibat bahan bakarnya tersumbat, hingga akhirnya 3 orang temannya tewas. kondisi Mitchel sangat menyedihkan. Dia lumpuh leher ke bawah, suara dari mulutnya tidak bisa keluar, bahkan dia juga tidak bisa menelan makanan. Yang lebih menyedihkan, diat tidak bisa bernafas kecuali memakai alat bantu. Yang bisa dilakukan hanyalah mengedipkan matanya. Dengan kondisi seperti itu semestinya dia berhak bersedih. Tapi beruntung juga hanya bisa berkedip, karena jika ingin bunuh diri maka dengan kedipan matanya dia tidak akan mati juga. Komunikasi dengan Mitchel sangatlah sulit.

Akhirnya seorang perawatnya berusaha untuk membuat komunikasi dengan dia. Satu kedipan berarti iya dan 2 kedipan berarti tidak. Dia memilih 26 huruf abjad untuk dirangkai menjadi kalimat. Misalnya apakhah huruf I? jika iya diteruskan, jika tidak diganti. Setelah huruf pertama benar misalnya ditanya apakah huruf S? jika iya diteruskan. Apakah berikutnya R, jika iya maka diteruskan sampai akhirnya terbentuk kalimat ISTRI. Berarti Mitchel lagi membutuhkan istrinya.

Suatu hari dokter datang dan berkata, "mulai hari ini kamu menjadi tumbuhan, kamu akan hidup dengan bergantung pada orang lain". Ketika dokter berkata begitu, Mitchel malah berkata dengan bahasa isyaratnya ,"Saya akan keluar dari rumah sakit ini, saya akan mandiri". Dokter berkata "tidak mungkin". Akhirnya Mitchel berkata dalam bahasa isyarat "memangnya kamu Tuhan" . Dengan keadaan seperti itu Mitchel bukan tertekan tapi malah tertantang.

Istrinya hanya bisa bertahan menemani dia selama 3 minggu, setelah itu dia kabur bersama pria lain sambil membawa hartanya. Menghadapi keadaan seperti itu dia malah semakin tertantang.

Akhirnya dia meminta kepada perawatnya coba untuk melepaskan alat bantu pernafasannya. Perawatnya langsung berkata "jangan, nanti kamu mati". Mitchel berkata ,"ya jangan lama-lama, saya kan ingin belajar bernafas". Karena permintaan Mitchel yang terus menerus akhirnya prawat mencobanya. Setelah mencoba ternyata Mitchel memeng tidak bisa bernafas sampai mukanya merah semua. Sang perawat akhirnya mengenakannya kembali. Setelah dikembalikan , Mitchel sedikit lega, tetapi dia meminta dicoba dilepas sekali lahi. Kejadian ini terus berulang-ulang karena Mitchel memang tidak bisa bernafas. Tetapi pada hari ke 14 akhirnya Mitchel bisa bernafas tanpa memakai alat bantu.

Mitchel tidak menyerah sampai di situ. Dia meminta kepada perawatnya supaya disuapi makanan. Sang perawat berkata "Jangan, nanti kalau sampai tersumbat di tenggorokan bisa berbahaya". Mitchel berkata ,"Jangan yang keras, tapi bisa dimulai dari jus buah dulu. " Setelah disuapi dengan sedikit jus buah, Mitchel tidak bisa menelan, bahkan sebagian keluar lewat hidung. Setelah dicoba berkali-kali akhirnya Mitchel bisa menelan makanan pada hari ke 10.

Tibalah saatnya Mitchel belajar berbicara lagi. Dia berusaha mencoba berteriak-teriak, sehingga membuat perawatnya kaget. Sampai akhirnya karena usahanya yang begitu sungguh-sungguh, Mitchel bisa berbicara.

Setelah itu Mitchel meminta kepada perwatnya untuk menggerakkan tangannya sedikit demi sedikit. Setelah sekian lama latihan akhirnya Mitchel bisa menggunakan tangannya sampai akhirnya dia bisa keluar dari rumah sakit dengan memakai kusi roda.
Pendek kata akhirnya Mitchel belajar bermain basket, memajukan usahanya lagi, siaran di radio, berkampanye untuk orang-orang cacat, bahkan sempat menjadi walikota. Yang lebih unik lagi, dia akhirnya menikah dengan perawat yang merawatnya selama ini.

Nah apa bedanya Elvis presley dengan W Mitchel ?
Elvis Presley menggantungkan kebahagiaan pada sesuatu yang bukan di dalam kontrolnya, tetapi W Mitchel menggantungkan kebahagiaan pada sesuatu di dalam kontrolnya.



Bila kita bertanggungjawab terhadap hal-hal yang bisa kita kontrol dan terus belajar untuk meningkatkan hal-hal yang kita kontrol serta bertindak dengan menerapkan apa yang kita pelajari, kita akan selalu siap ketika kesempatan datang”
dari kalimat di atas ada beberapa yang harus saya telah lebih dalam, yakni :

- kita bertanggung jawab terhadap yang hal-hal yang bisa kita kontrol
- terus belajar untuk meningkatkan hal-hal yang kita kontrol
- selalu siap ketika kesempatan datanf

untuk “mengurai” tiga hal diatas, saya membaca penjelasan di halaman sebelum kalimat tersebut. dihalaman ini dipaparkan oleh tung desem waringin :

dalam hidup ini, ada bisa membedakannya dalam tiga area :
pertama, area di dalam kontrol
kedua, area di dalam pengaruh
ketiga, area di luar kontrol

dari tiga area tersebut, saya mengartikan kata “area” tersebut sebagai “nasib” atau bisa juga disebut dengan “takdir” :

pertama, ada “nasib” yang bisa kita kontrol / dapat kita kendalikan
kedua, “nasib” yang ada dalam pengaruh
ketiga, “nasib” yang tidak bisa kontrol / kendalikan/ nasib yang sudah default begitu


untuk “nasib’ yang ketiga, atau area yang ketiga, seperti yang ditulis buku tersebut...jelas tidak bisa kita rubah. meski kita “berdoa” tiada henti. kita harus menerima takdir nasib kita dengan lapang dada, atau dalam bahasa agama yang saya yakini : ridha dengan qada dan qadar... dari penjelasan ini saya jadi mengerti bahwa seharusnya kita tidak “mengeluh, menyalahkan atau bahkan menyesali” bila kita mendapatkan “nasib” yang tidak bisa kontrol... hal tersebut hanya akan berujung kepada terbuangnya energi secara sia-sia, betul kata tung desem : “ketika orang menyalahkan orang lain mengenai nasibnya yang kurang baik, orang tersebut sesungguhnya sudah meletakkan nasibnya di luar kontrolnya. dengan menyalahkan orang lain, sebenarnya ia sedang memperlemah dirinya sendiri”



nah, lebih baik kita fokus kepada “nasib” yang bisa kontrol saja... apa saja “nasib” tersebut.... di buku financial revolution, ditulis daftar “nasib” yang bisa kita kontrol, yaitu :


- sikap kita
- kebiasaan kita
- keyakinan kita
- semangat kita
- fokus kita
- tujuan kita
- strategi kita
- cara berpikir kita
- cara berbicara
- cara bertindak
- bahan bacaan kita
- siapa kawan kita
- pendidikan kita
- siapa guru kita
- resolusi kita
- hobby kita
- dll





banyak juga ya daftar “nasib” yang sebenarnya bisa kita kontrol. kemudian saya jadi sadar dan memahami, sebenarnya saya selama sering mencampur adukkan antara “nasib yang sudah default” adanya dengan “nasib” yang bisa kita kontrol atau “nasib yang bisa kita setting ulang” sehingga saya merasa tidak berdaya dan hanya berpikir menyalahkan takdir yang menimpa saya secara absolut, yang tidak pernah saya bisa merubah apapun... dan sedikitpun saya tak berpikir bahwa nasib itu ada yang bisa kontrol, bisa “di setting” oleh kita sendiri... bisa “dioptimasi” menjadi lebih baik...

dalam buku “finacial revolution” saya seperti dibukakan “jalan berpikir” yang benar tentang nasib...

sekarang adalah hubungannya dengan tanggungjawab. bila kita ingin hidup kita jadi lebih baik, kita harus berani memancangkan niat dan tekad untuk memikul tanggungjawab merubah apapun “nasib” yang ada di dalam kontrol kita supaya menjadi lebih baik. kita harus men-setting ulang nasib, meng-optimasi-nya agar bisa jadi winner di halaman satu google...he....he... jadi ngelatur ke ilmu per-seo-an.... wkwkwk... ufts....supaya jangan stress saja.... kita bawa ketawa dulu.

dengan bertanggungjawab terhadap nasib yang bisa kita kontrol tersebut, sebagai misal apabila saat ini usaha yang sedang kita jalankan bangkrut atau mengalami berbagai tantangan sulit... tidak serta merta menyalahkan orang lain atau menganggapnya sebagai “takdir”... tapi, kita bisa me-revarasi-nya menjadi lebih baik, lebih bermakna... setelah evaluasi kita jadi tahu kurangnya, salahnya dimana yang jadi penyebab kebangkrutan dan berani untuk memperbaikinya.
FINANCIAL REVOLUTION
1# semua orang bisa kaya
“semua orang bisa melakukan sesuatu yang positip dengan ketekunan dan dengan menciptakan nilai tambah, sedemikian sehingga berpeluang besar untuk mengumpulkan kekayaan dalam jumlah besar”

2# ide bisnis yang bisa membuat kita jadi kaya
“hanya diperlukan satu ide untuk hidup seperti raja dan ratu sepanjang akhir hidup kita. saya sendiri memiliki keyakinan : apapun yang kita lihat bisa membuat seseorang lebih kaya”

3# open minded dan modal bertahan hidup
“untuk dapat bertahan hidup saja diperlukan upaya keras untuk selalu belajar dan memiliki pikiran terbuka (open minded) apalagi untuk kaya raya dan berjaya, untuk itu kita dituntut untuk terus belajar dan membuka pikiran terhadap apa yang terjadi di dunia”

4# 3 prinsip peternakan uang
“ada tiga prinsip untuk membangun peternakan uang, yaitu menunda kesenangan  alokasi aset dan alokasi kesenangan”

5# jangan menyalahkan orang lain

“ketika orang menyalahkan orang lain mengenai nasibnya yang kurang baik, orang tersebut sesungguhnya sudah meletakkan nasibnya di luar kontrolnya. dengan menyalahkan orang lain, sebenarnya ia sedang memperlemah dirinya sendiri”

6# nasib baik


“nasib baik adalah pertemuan antara kesiapan dan kesempatan”

Selasa, 17 Januari 2012

10 Jejak Emas Brian Tracy


10 Jejak Emas Brian Tracy
Siapa yang tak kenal Brian Tracy. Ia pakar di bidang pengembangan potensi manusia dan pembicara motivasional. Ia pendiri Brian Tracy International, perusahaan sumber daya manusia, juga penulis buku-buku terlaris The 100 Absolutely Unbreakable Laws of Business Success dan Maximum Achievement. Ia telah membantu ratusan ribu orang dalam hal kesuksesan pribadi dan profesional, termasuk para eksekutif dan staf berbagai perusahaan seperti IBM dan The Million Dollar Round Table.
Keluarga Brian Tracy bukan termasuk keluarga kaya. Mereka tidak pernah punya banyak uang, sehingga Brian Tracy punya impian menjadi jutawan saat berusia 30 tahun. Namun, ketika mencapai usia segitu, kondisinya tidak berubah. Ia tetap miskin. Lalu, ia mulai bertanya, mengapa beberapa orang lebih sukses daripada yang lainnya? Bagaimana ada orang yang memulai dari nol dan akhirnya jadi jutawan? Inilah yang mendorong Tracy untuk mengamati para jutawan yang memulai bisnis mereka dari modal nol.
Dari hasil pengamatannya, ia mendapati bahwa untuk mencapai sukses besar dalam hidup, kita harus menjadi jenis orang tertentu. Kita harus mengembangkan kualitas yang tidak dimiliki orang rata-rata. Kualitas inilah yang juga diterapkan sendiri oleh Brian Tracy dalam membangun kesuksesannya sendiri. Apa sajakah kualitas itu?  
Mulai hari ini, kami akan sajikan satu per satu kualitas itu yang kami istilahkan dengan sebutan "Jejak Emas Brian Tracy". Nikmatilah dan terapkan sebaik mungkin dalam hidup kita.
1. Bermimpi Besar dan Mengkristalkannya Jadi Tujuan yang Jelas
 
Para jutawan telah membuktikan, punya impian besar memampukan mereka meraih segala keinginan mereka yang tanpa batas. Jangan batasi diri kita dengan impian yang kecil atau semi besar. Beranikan diri kita untuk mengimpikan impian setinggi langit. Karena ada sesuatu tentang impian dan visi yang mampu membangkitkan semangat dan rangsangan kita untuk melakukannya lebih baik daripada sebelumnya.
Namun, seberapa besar mimpi yang perlu kita miliki? Ellen Johnson Sirleaf, Presiden Liberia Pemenang Nobel Perdamaian 2011, pernah berkata, "If your dreams do not scare you, they are not big enough." Jadi, tetapkan impian yang membuat kita merasa merinding saat sekadar memikirkannya.
Setelah menentukan mimpi besar kita, jadikan itu sebagai tujuan yang jelas dan spesifik. Tulis tujuan itu di secarik kertas. Lalu, beri tujuan itu pelumas ampuh berupa cara berpikir "kembali dari masa depan".
Bayangkan diri kita lima tahun ke depan. Bayangkan, lima tahun telah berlalu dan kehidupan kita sekarang sempurna dalam segala hal sesuai dengan keinginan kita. Lalu, kita lihat kembali ke tempat kita berada hari ini. Apa yang akan kita lakukan untuk mencapai tempat yang ingin kita tuju? Langkah-langkah apa yang akan kita ambil? Apa yang akan kita ubah dalam hidup kita? Apa yang akan kita mulai atau buang? Dengan siapa kita akan bergaul? Dengan siapa kita tidak akan bergaul lagi?
Ketika kita menciptakan gambaran mental yang jelas tentang tujuan kita dalam kehidupan, kita akan menjadi lebih positif, lebih termotivasi, dan lebih bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya. Kita memicu kreativitas alamiah kita dan muncul dengan ide demi ide yang akan membantu mewujudkan visi kita jadi kenyataan. Orang sukses memikirkan tujuan mereka sepanjang waktu. Hasilnya, mereka terus-menerus bergerak ke arah tujuan mereka, dan tujuan mereka terus-menerus bergerak ke arah mereka.
Salah satu kutipan ucapan Thomas Carlyle-penulis asal Skotlandia, sejarawan, dan guru di era Victoria-makin menegaskan pentingnya kita memiliki tujuan yang jelas dalam meraih sukses.
"Seseorang dengan tujuan yang jelas akan membuat kemajuan bahkan di jalan yang terjelek. Seseorang tanpa tujuan tidak akan membuat kemajuan bahkan di jalan yang termulus."
Setelah itu, kita juga perlu menetapkan batas waktu untuk setiap tujuan. Berikan target kepada diri kita sendiri untuk mencapainya. Buat rencana dan ambil tindakan atas rencana tersebut. Lakukan sesuatu setiap hari yang menggerakkan kita ke arah tujuan itu. Karena komitmen pada tindakan harian ini akan membuat kita sukses besar dalam apa pun yang ingin kita capai.
Ingin sukses? Miliki dulu mimpi besar dan tetapkan itu jadi tujuan yang spesifik. Namun, itu barulah jejak emas pertama.
Sebelumnya kita sudah membahas tentang impian besar dan tujuan yang jelas guna meraih sukses di segala bidang kehidupan. Kini, kita akan mengupas Jejak Emas Brian Tracy yang kedua.
2. Menjadi Bos atas Diri Sendiri
Sering kali kita membuat alasan atau menyalahkan orang lain atas persoalan, kesalahan, atau kekurangan kita. Sering kali pula kita mengeluhkan hal-hal dalam hidup kita yang tidak kita sukai. Namun, sesungguhnya hidup kita adalah tanggung jawab kita sendiri. Kalau ada sesuatu dalam hidup kita yang tidak kita sukai, menjadi tanggung jawab kitalah untuk mengubahnya.
Menurut Brian Tracy, ada satu kesalahan terbesar yang pernah kita buat. Kita sering berpikir bahwa kita bekerja untuk orang lain, bukan untuk diri sendiri. Namun sebenarnya, kita selalu bekerja untuk diri sendiri. Kita selalu menjadi presiden perusahaan jasa pribadi milik kita sendiri, tak peduli di mana pun kita sedang bekerja saat ini.
Dengan melihat diri kita sendiri sebagai orang yang bekerja sendiri, maka kita mengembangkan mentalitas wirausahawan, mentalitas dari orang yang sangat bebas, bertanggung jawab terhadap diri sendiri, individu yang dapat memulai sendiri. Bukan menunggu sesuatu terjadi, tetapi kita membuat sesuatu terjadi. Inilah "pola pikir jutawan".
Orang yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri sangat berorientasi pada hasil. Mereka selalu mengambil inisiatif tingkat tinggi. Mereka menawarkan diri untuk mengerjakan tugas dan selalu meminta lebih banyak tanggung jawab. Hasilnya, mereka menjadi orang yang berharga dan dihormati di organisasinya. Mereka terus-menerus mempersiapkan diri untuk posisi dengan wewenang dan tanggung jawab yang lebih tinggi di masa mendatang. Itulah yang seharusnya kita lakukan.
Karena kita adalah penanggung jawab atas hidup kita sendiri, alangkah baiknya jika kita menjalani dan mengisi kehidupan kita ini dengan sesuatu yang kita senangi. Kebanyakan orang sukses telah menemukan sebuah bidang di mana kekuatan dan kemampuan alamiah mereka cocok dengan apa yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan yang mereka geluti dan mencapai hasil yang diinginkan.
Maka itulah, temukan apa yang benar-benar kita nikmati ketika melakukannya, apa bakat alamiah kita, dan kemudian curahkanlah seluruh hati kita untuk melakukan pekerjaan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Memiliki mimpi besar disertai dengan tujuan yang jelas, sekaligus dilengkapi dengan sikap yang bertanggung jawab terhadap hidup kita sendiri, sudah pasti membuat kita semakin dekat dengan kesuksesan yang kita dambakan.
Apa "senjata" berikutnya yang perlu kita miliki untuk mengejar keberhasilan?
Kali ini kita akan membahas kualitas ketiga yang perlu dimiliki untuk membantu kita bergerak maju lebih cepat ke arah hidup yang menyenangkan sesuai dengan keinginan kita.
3. Berkomitmen menjadi yang terbaik
Keputusan untuk menjadi sangat baik atas apa yang kita kerjakan, dapat menjadi titik yang menentukan dalam hidup kita. Hampir semua orang yang berhasil dikenal sebagai orang yang sangat menguasai bidang pilihan mereka.
Inilah aturan besar kesuksesan: Hidup kita hanya akan menjadi lebih baik kalau kita menjadi lebih baik.
Jika kita benar-benar bagus pada apa yang kita kerjakan, kita akan merasa senang terhadap diri sendiri. Menjadi unggul mempengaruhi seluruh kepribadian kita dan semua hubungan kita dengan orang lain. Kita akan merasa gembira dan bangga bila kita tahu kita berada di puncak bidang kita. Namun, kita tidak bisa langsung menjadi bagus dalam segala hal. Kita bisa mengidentifikasi satu keahlian yang paling dapat membantu kita dan kemudian kita mencurahkan sepenuh hati kita untuk mengembangkan keahlian itu.
Untuk menjadi unggul, kita bisa menerapkan resep "40 Plus". Menurut resep ini, segala sesuatu di atas 40 jam adalah untuk kesuksesan. Kalau kita bekerja hanya 40 jam, kita tidak akan pernah maju. Karena itulah yang juga dilakukan rata-rata orang. Orang-orang sukses bekerja rata-rata 59 jam per minggu. Banyak di antara mereka bekerja sampai 70 atau 80 jam, terutama pada awal karier mereka. Setiap jam di atas 40 jam itu adalah investasi masa depan kita.
Selain itu, yang perlu kita lakukan adalah mendedikasikan diri pada pembelajaran seumur hidup. Pembelajaran terus-menerus adalah syarat minimum untuk sukses di bidang apa pun. Kunci pertama untuk memulai syarat penting ini adalah dengan setidaknya menyediakan waktu 30-60 menit setiap hari untuk membaca buku di bidang kita. Membaca buku satu jam setiap hari akan menjadi sekitar satu buku per minggu. Satu buku per minggu akan menjadi 50 buku per tahun. Lima puluh buku per tahun akan menjadi 500 buku dalam 10 tahun mendatang.
Rata-rata orang dewasa membaca hanya satu buku per tahun. Nah, ketika kita mulai menerapkan kunci di atas setiap harinya, hal ini akan memberikan kita keunggulan di bidang kita. Kita akan menjadi salah satu orang paling cerdas, paling kompeten, dan dibayar paling mahal di profesi kita masing-masing. Semuanya itu diperoleh dengan membaca selama satu jam setiap hari.
Upaya perjuangan menuju sukses memang tidaklah gampang. Tapi, jika tekad kita untuk berhasil sudah sangat bulat, tentunya hal-hal tadi yang tampaknya sulit akan menjadi mudah dengan sendirinya saat kita menjalankannya.
Inilah kutipan ucapan W. Clement Stone-seorang pengusaha sukses AS dan penulis buku pengembangan diri: "Sebagian dari seluruh penghasilan Anda adalah milik Anda, dan kalau Anda tidak dapat menabung, benih-benih kebesaran tidak ada dalam diri Anda."
Menabung ternyata menjadi kualitas yang sama pentingnya untuk menuai kesuksesan besar. Karena itulah, hal ini menjadi jejak emas Brian Tracy bagian keempat.
4. Investasikan untuk Diri Sendiri
Karena kita sudah tahu betapa pentingnya menabung, hari ini juga putuskanlah untuk menginvestasikan sedikitnya 10% dari penghasilan yang kita peroleh sepanjang masa kerja kita. Sisihkan terlebih dulu 10% dari pendapatan setiap kali kita menerimanya dan masukkan ke dalam rekening khusus untuk akumulasi finansial.
Kalau tidak bisa menabung sebanyak 10%, jangan khawatir. Kita bisa memulainya dengan menyisihkan 1% dari penghasilan kita. Sisihkanlah pada permulaan tiap bulan, bahkan sebelum kita mulai membayar semua utang. Cukupi kebutuhan hidup kita dengan 99% sisa penghasilan kita. Ketika kita merasa nyaman hidup dengan 99%, naikkanlah tingkat tabungan kita menjadi 2% dari pendapatan, kemudian 3% dan 4% dan seterusnya.  
Praktikkan juga hidup sederhana. Berhati-hatilah dalam mengeluarkan uang sekecil apa pun. Ini bukan berarti kita pelit. Yang dimaksudkan di sini adalah kita membiasakan diri untuk hidup hemat atau sederhana.
Mengembangkan kebiasaan menabung dan menginvestasikan uang memang tidak mudah. Namun, bukan berarti mustahil. Yang diperlukan hanyalah kebulatan tekad dan kemauan luar biasa. Kita harus menetapkannya sebagai tujuan, menuliskannya, dan mengerjakannya setiap waktu.
"Apa yang Anda tanam, itulah yang Anda tuai". Kira-kira begitulah gambaran dari kualitas kelima Brian Tracy.
Jejak-jejak emas Brian Tracy sebelumnya (yaitu bermimpi besar dan mengkristalkannya jadi tujuan yang jelas, menjadi bos atas diri sendiri, berkomitmen menjadi yang terbaik, dan investasikan untuk diri sendiri) lebih cenderung berorientasi pada diri kita sendiri. Namun pada jejak emas kelima ini, Brian Tracy mengajak kita untuk menoleh ke sekitar kita, untuk lebih memperhatikan orang-orang di sekitar kita. Karena mereka sedikit-banyak dapat berperan bagi perjalanan kita menuju sukses.
5. Melayani Pelanggan dan Berintegritas
Siapakah pelanggan itu? Pelanggan di sini tidak bermakna sempit sekadar klien atau konsumen kita saja, tapi pelanggan bisa berarti orang-orang kepada siapa kita menggantungkan kesuksesan kita dalam pekerjaan. Bos dan rekan kerja kita bisa termasuk sebagai "pelanggan" kita. Pelanggan kita juga adalah mereka yang bergantung pada kita untuk kesuksesan atau kepuasan mereka.
Semua jutawan memiliki obsesi terhadap pelayanan pelanggan. Mereka memikirkan pelanggan mereka setiap waktu. Mereka terus mencari cara-cara baru untuk melayani pelanggan mereka lebih baik daripada orang lain.
Imbalan kita dalam hidup akan berbanding lurus dengan pelayanan kita kepada orang lain. Kesuksesan kita dalam hidup akan berbanding lurus dengan apa yang kita lakukan terhadap orang lain. Nah, pertanyaan besar yang perlu kita ajukan pada diri sendiri di sini: Apa yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan nilai pelayanan saya kepada pelanggan saya hari ini? Carilah cara-cara untuk menambah nilai pada apa yang kita kerjakan dan pada orang-orang yang bergantung kepada kita hari ini.  
Selain itu, kita harus menyadari betul bahwa semua bisnis yang sukses didasari kepercayaan. Kesuksesan kita untuk menjadi jutawan akan sangat ditentukan oleh jumlah orang yang mempercayai dan bersedia bekerja untuk kita, memberikan kredit, meminjamkan uang, membeli produk dan jasa kita, dan membantu kita ketika sedang menghadapi kesulitan.
Sifat kita adalah aset terpenting yang kita kembangkan dalam seluruh tindakan kita, dan sifat kita didasari pada jumlah integritas yang kita praktikkan. Karena itulah, miliki kejujuran yang sempurna dalam apa pun yang kita lakukan dan dalam setiap transaksi dan kegiatan. Jangan pernah mengompromikan integritas kita. Ingatlah bahwa kata-kata kita adalah harta kita yang berharga dan kejujuran adalah segalanya dalam berbisnis.
Kita pasti pernah mencoba menyelesaikan banyak pekerjaan sekaligus. Lalu, apa yang terjadi? Tidak satu pun pekerjaan tersebut terselesaikan hingga tuntas, bukan? Hal yang sama juga berlaku dalam upaya pencapaian sukses.
6. Menetapkan Skala Prioritas dan Mengembangkan "Rasa Urgensi"
Menurut Brian Tracy, kita akan mampu memperoleh apa pun yang kita inginkan dalam hidup asalkan kita mengembangkan kebiasaan untuk menetapkan prioritas dan berkonsentrasi penuh pada satu tujuan. Lalu, bagaimana kita menentukan prioritas utama itu? Ikutilah resep berikut ini:
Daftarkan apa saja yang harus kita kerjakan untuk mencapai suatu tujuan. Tetapkan skala prioritas dengan menanyakan diri sendiri 2 pertanyaan ini berulang kali: Kegiatan saya apakah yang bernilai paling tinggi? Apakah satu-satunya hal yang dapat saya kerjakan, yang bila dikerjakan dengan baik, akan membuat perbedaan nyata?
Setelah mengetahui jawabannya, miliki komitmen untuk bekerja dengan satu tujuan pada satu tugas yang paling penting tersebut. Tetaplah mengerjakannya hingga selesai 100%. Gigih tanpa perhatian teralih atau terganggu. Dorong diri kita untuk tetap mengerjakan pekerjaan itu sampai selesai.
Bisa dikatakan, waktu adalah satuan mata uang abad ke-21. Orang menjadi semakin tidak sabar terhadap segala sesuatu. Pelanggan loyal akan berganti pemasok dalam semalam, kalau ada orang yang dapat melayani mereka lebih cepat daripada orang yang selama ini berhubungan dengannya.
Karena itu, sekarang ini kita juga dituntut untuk mengembangkan reputasi kecepatan. Kembangkan "rasa urgensi". Bergeraklah cepat menangkap peluang. Bergeraklah cepat ketika orang menginginkan atau membutuhkan sesuatu. Bergeraklah cepat ketika kita melihat sesuatu yang perlu dikerjakan. Bila kita dapat menggabungkan kemampuan untuk memilih tugas prioritas tertinggi kita dengan komitmen untuk mengerjakannya dengan cepat dan baik, kita pasti akan mendapati diri kita bergerak maju.
Nah, hingga hari ini kita sudah membahas setengah dari jejak emas Brian Tracy. Mungkin dalam diri kita akan timbul ketakutan untuk mencobanya. Itu hal yang lazim, tapi jangan biarkan ketakutan ini berlama-lama di dalam diri kita. Karena ketakutan untuk mencoba akan berdampak negatif pada perjalanan kita ke depan. Soal ini akan dijelaskan lebih lanjut dalam bagian berikutnya esok hari.Nantikan!
Takut gagal adalah satu-satunya hambatan terbesar untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan kita. Rasa takut terhadap kegagalan dapat melumpuhkan pikiran dan kegiatan kita, dan bahkan menahan kita untuk melakukan hal-hal yang perlu kita lakukan untuk mencapai kesuksesan besar. Kita perlu menyadari bahwa justru kegagalan mampu membuat kita lebih kuat, lebih tahan banting, dan lebih bertekad.
Karena itulah, berani mencoba merupakan kunci kemenangan yang penting.
7. Berani Mencoba
Orang sukses berani mengambil keputusan dan mereka mencoba jauh lebih banyak daripada orang lain. Menurut Hukum Probabilitas, kalau kita mencoba jauh lebih banyak cara yang berbeda untuk sukses, kemungkinannya adalah kita akhirnya akan menemukan cara yang tepat pada waktu yang tepat pula.
 
Jika kita bertindak dengan berani, kekuatan yang tidak terlihat akan datang membantu kita. Dan setiap tindakan yang berani
menambah keberanian dan kemampuan untuk menjadi berani di masa yang akan datang. Ketika kita mengambil tindakan ke arah depan tanpa ada beban yang menggelayut, rasa takut akan hilang dan keberanian serta rasa percaya diri kita meningkat. Kita akhirnya akan mencapai titik di mana kita tidak takut lagi terhadap apa pun juga.
Karena itu, camkan selalu pada diri kita pernyataan ini: "Kegagalan bukanlah pilihan!" Inilah sikap yang akan menjamin kesuksesan jangka panjang kita.
Kesuksesan dan kebahagiaan kita dalam hidup dapat ditentukan dari orang-orang yang kita kenal dan mengenal kita serta dari buku-buku yang kita baca. Semakin banyak orang yang kita kenal dan mengenal kita dengan cara yang positif, kita akan makin sukses dan makin cepat bergerak maju.
8. Membangun Jaringan yang Tepat
Lebih dari 90% kesuksesan kita juga akan ditentukan oleh "kelompok referensi" kita. Kelompok referensi didefinisikan sebagai orang-orang dengan siapa kita biasa berhubungan dan menghabiskan waktu. Kita umumnya meniru sikap, tingkah laku, nilai, dan kepercayaan dari orang-orang dengan siapa kita biasa bergaul.
Jika kita ingin menjadi orang sukses, bergaullah dengan orang yang positif. Bergaullah dengan orang yang optimis dan bahagia, yang memiliki tujuan, dan yang bergerak maju dalam hidup mereka. 
Cara terbaik untuk membangun jaringan dan hubungan adalah selalu mencari cara untuk membantu orang lain mencapai tujuan mereka. Semakin kita memberi diri tanpa mengharapkan suatu imbalan, semakin banyak pengharapan akan kembali pada kita dari sumber-sumber yang paling tak terduga.
 
Mari kita mulai bangun jaringan relasi yang positif dengan banyak orang dari berbagai kalangan! Esok kita akan mengetahui satu kualitas yang penting kita miliki dan yang tanpanya, kesuksesan kita akan terasa sia-sia.
Sebelumnya kita sudah menelusuri kedelapan kualitas yang perlu kita miliki untuk menjadi sukses dalam segala bidang kehidupan. Namun, satu kualitas berikut ini meski berada di urutan belakang, menjadi faktor yang tak kalah pentingnya. Jika kualitas yang satu ini tidak kita miliki, segala upaya kita menuju sukses yang telah kita usahakan dengan susah payah atau setiap keberhasilan yang telah kita capai, akan menjadi sia-sia. Kualitas apakah itu? Kesehatan.
9. Menjaga Kesehatan
Theodore Roosevelt, Presiden AS ke-26, pernah berkata, "Kunci kebahagiaan adalah jiwa yang sehat di dalam tubuh yang sehat." Sebagaimana yang sudah dijelaskan di awal, kesehatan adalah hal yang sangat penting. Karena itu sebaiknya, fokus yang kita curahkan untuk mencapai sukses bisa kita sisihkan sebagian atau setidaknya sepertiganya untuk menjaga kesehatan kita sendiri.
Ada 3 kunci yang bisa membantu kita untuk memiliki tubuh yang sehat. Pertama, berat yang seimbang. Jumlah porsi makanan yang lebih sedikit dan porsi olahraga yang lebih banyak, merupakan resep sederhana untuk mengurangi berat badan dan memelihara kebugaran jasmani.
Kedua, diet yang baik. Yaitu dengan memakan makanan yang bergizi lebih baik dalam jumlah yang lebih sedikit. Makan lebih banyak protein tanpa lemak, buah-buahan, dan sayur-mayur. Hilangkan kebiasaan kita mengonsumsi makanan pencuci mulut, minuman ringan, permen, dan apa pun yang mengandung gula. Makan dengan porsi lebih kecil sebanyak empat atau lima kali sehari, bukannya tiga kali makan besar.  
Ketiga, berolahraga yang cukup. Kita perlu melakukan kegiatan fisik dengan bersemangat rata-rata 30 menit sehari. Jenis olahraganya bisa sesederhana berlari pagi keliling kompleks rumah selama 30 sampai 60 menit. Hal ini tentunya harus dilakukan secara rutin, sebanyak tiga hingga lima hari seminggu.
Kita sudah sampai di penghujung penelusuran kita akan kualitas-kualitas yang diperlukan untuk mencapai sukses besar dalam hidup kita. Dari seluruh jejak emas yang telah dibahas secara jelas pada hari-hari sebelumnya, "jejak emas pamungkas" inilah yang menguji kualitas sesungguhnya dari kesuksesan kita dalam jangka panjang.
10. Bersikap Fleksibel dan Gigih
Kita perlu menyadari dengan sungguh-sungguh bahwa di dunia ini hanya ada satu hal yang pasti, yaitu perubahan. Dalam kehidupan kita, pasti ada yang namanya siklus naik dan turun. Kita bahkan sering mendengar ungkapan "Kehidupan berjalan bagai roda yang berputar". Itu berarti ada kalanya hidup diisi dengan sukacita, ada masanya pula dukacita menyelimuti hidup kita.
Bagaimana kita mengatasi hal yang tak terelakkan itu? Menurut Brian Tracy, diperlukan kemampuan untuk beradaptasi (bersikap fleksibel) terhadap perubahan-perubahan itu sendiri. Kita bisa melakukannya dengan cara mengembangkan perspektif jangka panjang kita. Lihatlah jauh ke depan dalam apa pun yang kita kerjakan. Rencanakan dua, tiga, empat, dan lima tahun ke depan dan jangan biarkan diri kita berada dalam kereta luncur emosi menghadapi kehidupan sehari-hari yang naik dan turun dengan cepat.
Selain itu, kita juga perlu memprogramkan pikiran bawah sadar kita untuk memiliki kegigihan jauh sebelum menghadapi kemunduran dan kekecewaan dalam pencarian kita untuk mencapai keberhasilan. Putuskanlah sebelumnya bahwa kita tidak akan berhenti, apa pun yang terjadi. Jika kita telah merencanakan untuk menghadapi naik dan turun yang tak terhindarkan dalam hidup, kita akan siap menghadapinya secara psikologis. Mental kita akan dipersiapkan.  
Keberanian untuk gigih dalam menghadapi kemalangan dan kekecewaan adalah satu-satunya kualitas yang, lebih dari apa pun, akan menjamin kesuksesan kita.
Dalam menghadapi pasang-surutnya kehidupan, satu-satunya faktor yang dapat kita kendalikan adalah bagaimana kita menanggapi kesulitan dan hambatan itu. Kabar baiknya, setiap kali kita menanggapi dengan cara yang positif dan membangun, kita menjadi lebih kuat dan lebih baik, bahkan lebih mampu menghadapi masalah berikutnya atau krisis yang datang. Akhirnya, kita akan mencapai suatu titik dalam hidup di mana kita tidak dapat dihentikan lagi. Kita akan menjadi seperti Kelinci Energizer dalam iklan televisi tentang baterai. Kita akan terus jalan dan jalan dan jalan.
Sebagai penutup, sebuah pesan terpenting dari Brian Tracy dapat menyimpulkan seluruh jejak emasnya yang telah kita bahas hingga saat ini: "Kesuksesan dapat diramalkan".
Kita pasti BISA meraih segala impian dan mencapai sukses yang kita dambakan asalkan kita benar-benar mempraktikkan setiap jejak emas itu, setiap kualitas itu, dengan disiplin yang tinggi. Selamat menjalaninya! Dan nikmatilah hasilnya yang Luar Biasa!
Seperti halnya komitmen yang perlu kita kerahkan terhadap kesuksesan itu sendiri, terhadap kesehatan ini pun kita perlu berkomitmen kuat. Karena itu, diperlukan penguasaan diri, pengendalian diri, dan disiplin yang luar biasa, tetapi hasil yang didapat akan sangat luar biasa.
Jika tujuan finansial kita adalah mencapai kekayaan bersih melebihi jumlah angka tertentu misalnya, tujuan kesehatan kita seharusnya adalah hidup selama mungkin sehingga kita dapat menikmati gaya hidup yang menyenangkan dengan keuangan kita.